HUMANIORA

Berkumpul dan Membaca, tapi Jangan Bersuara

Min, 10 Agu 2025

HAMPIR mirip dengan Nyanyi Bareng Jakarta (NBJ), dalam mempertemukan orang yang tidak saling kenal, ada gerakan Baca Bareng atau SBC (Silent Book Club) Jakarta. Baca Bareng/SBC Jakarta yang lebih dulu lahir, tepatnya 24 Agustus 2019, juga terinspirasi dari luar negeri, yakni Silent Book Club yang pertama muncul di San Francisco (SF), Amerika Serikat, 2012.

Namun, berbeda dari NBJ, Silent Book Club memang berlangsung senyap alias tanpa interaksi, baik perkenalan ataupun ngobrol. Visi itu disebabkan duo pendiri SBC San Francisco, Guinevere de la Mare dan Laura Gluhanich, ingin kegiatannya berlangsung tanpa tekanan untuk mendiskusikan bacaan.

Hestia Istiviani, 32, pendiri SBC Jakarta, pun menerapkan konsep tanpa interaksi itu. Dengan begitu, selama 1 jam kegiatan, peserta fokus membaca buku yang mereka bawa masing-masing. Saat waktu selesai, tanda akan ....

Belum selesai membaca berita ini ? Selesaikan dengan berlangganan disini Berlangganan

Advertisement

Advertisement