Banjir Sungai Yangtze pada 1931 tercatat sebagai salah satu bencana alam paling mematikan dalam sejarah modern. Sungai yang menjadi urat nadi kehidupan di wilayah selatan Tiongkok ini menerima curah hujan jauh di atas rata-rata sejak April. Puncak bencana terjadi pada 18 Agustus 1931 ketika permukaan air di Hankou, Wuhan, mencapai ketinggian luar biasa sekitar 16 meter di atas normal. Luapan air menggenangi wilayah seluas lebih dari 1 juta kilometer persegi. Kota-kota besar seperti Wuhan dan Nanjing, yang bergantung pada pasokan beras dari lahan padi sekitar sungai, mengalami krisis pangan hebat akibat gagal panen. Bukan hanya kehilangan tempat tinggal, warga pun kesulitan mendapatkan makanan dan air bersih.
Tragedi semakin parah ketika tanggul di Gaoyou jebol pada 25 Agustus 1931. Ribuan orang meninggal dalam semalam akibat terjangan air, dan banjir semakin meluas. Kondisi pascabanjir memperburuk keadaan dengan merebaknya penyakit menular seperti kolera dan disentri. Banyak korban meninggal bukan hanya karena tenggelam, tetapi juga akibat kelaparan dan wabah penyakit yang melanda daerah-daerah pengungsian. Total korban jiwa diperkirakan mencapai 422 ribu hingga 3,7 juta orang, menjadikannya salah satu bencana banjir pa....

