ADOLF Hitler menginstruksikan pasukan Nazi Jerman untuk melancarkan serangan besar kedua terhadap Uni Soviet. Serangan ini dikenal sebagai Operasi Typhoon, yang bertujuan merebut Ibu Kota Moskow setelah sebelumnya Jerman berhasil menduduki sebagian wilayah Soviet dalam Operasi Barbarossa yang dimulai 22 Juni 1941.
Pada awalnya, serangan Jerman berlangsung cepat dengan memanfaatkan strategi Blitzkrieg dan berhasil mengepung sejumlah besar pasukan Soviet. Namun, Tentara Merah melakukan perlawanan sengit dengan dukungan suplai dari negara-negara Sekutu. Ketahanan Soviet yang tak terduga membuat Jerman tidak mampu segera merebut Moskow.
Faktor penentu kegagalan Jerman ialah datangnya musim dingin yang sangat ekstrem di Soviet, yang membuat pasukan Nazi kekurangan perlengkapan dan logistik. Kendaraan tempur membeku, senjata sering macet, dan ribuan tentara menderita karena hipotermia. Adapun Soviet yang terbiasa dengan kondisi dingin justru semakin menguatkan serangan balasan mereka. Kegagalan merebut Moskow menjadi titik balik penting dalam Perang Dunia II di Front Timur. Meski Jerman masih bertahan di sejumlah wilayah, kekuatan mereka mulai terkuras. Serangan balik besar Soviet di Stalingrad pada 1943 hingga ofensif pada 1944 akhirnya memaksa Jer....

