SUKU bunga acuan Bank Indonesia diproyeksikan turun hingga 150 basis poin (bps) pada 2026. Hal itu disampaikan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) dan berpotensi meningkatkan permintaan kredit sektor riil, terutama di sektor pembiayaan perumahan. Penurunan BI rate ini diharapkan memberikan stimulus bagi pasar perumahan yang sudah mendapat dukungan dari program 3 Juta Rumah.
Kepala Divisi Riset Ekonomi PT SMF Martin Daniel Siyaranamual menjelaskan dua skenario pergerakan suku bunga, yaitu dengan skenario optimistis diharapkan BI rate turun menjadi 3,75% dan pesimistis hingga 3,25% pada akhir 2026.
Penurunan biaya pinjaman ini, menurut SMF, akan mempercepat penyaluran pembiayaan, terutama dalam Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan pembiayaan mikro perumahan. “Penurunan suku bunga akan meningkatkan permintaan kredit, dan SMF siap untuk memperbesar kapasita....

