INTERNASIONAL

23 Oktober 1977: Mustafa Khomeini Gugur

Kam, 23 Okt 2025

Mustafa Khomeini gugur di rumahnya di Kota Najaf, Irak, akibat teror rezim Shah Pahlevi. Mustafa Khomeini merupakan putra tertua Imam Khomeini, pemimpin Revolusi Islam Iran. Ia dilahirkan pada 1930 di Kota Qom, Iran. Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, ia pergi ke Kota Najaf untuk melanjutkan pendidikan. Karena kecerdasan dan kemampuannya yang tinggi, ia telah mencapai gelar mujtahid di usia 27 tahun. Sejak itu, selama 10 tahun, ia mengajar di Najaf. Mustafa Khomeini selalu mendampingi ayahnya, Imam Khomeini, sepanjang tahun-tahun berat perjuangan melawan rezim Shah. Meninggalnya Mustafa Khomeini semakin meningkatkan semangat rakyat Iran untuk meneruskan perjuangan revolusi mereka. Imam Khomeini dalam menyikapi kematian putranya mengatakan, "Kesyahidan Mustafa merupakan rahmat tersembunyi dari Ilahi."

Kematian Mustafa Khomeini pada 23 Oktober 1977 dianggap sebagai pemicu penting yang mempercepat lahirnya Revolusi Islam Iran. Rakyat Iran menilai kematiannya bukan sekadar kehilangan pribadi bagi Imam Khomeini, tetapi juga simbol pengorbanan melawan tirani. Gelombang protes dan demonstrasi besar pun merebak di berbagai kota, menandai awal kebangkitan rakyat terhadap kekuasa....

Belum selesai membaca berita ini ? Selesaikan dengan berlangganan disini Berlangganan

Advertisement

Advertisement