HUMANIORA

90% Kasus Glaukoma tidak Terdeteksi

Jum, 13 Mar 2026

SEBAGIAN besar kasus glaukoma di Indonesia belum terdeteksi. Padahal penyakit saraf mata progresif ini menjadi penyebab kebutaan tertinggi kedua setelah katarak. Prevalensi glaukoma di Indonesia mencapai sekitar 0,46% atau 4–5 orang per 1.000 penduduk. Namun, di negara berkembang, sekitar 80%–90% kasus belum terdiagnosis sehingga banyak penderita baru mengetahui penyakitnya ketika kerusakan penglihatan sudah memasuki tahap lanjut.

Secara global, lebih dari 3,6 juta orang telah mengalami kebutaan akibat glaukoma. Tanpa intervensi memadai, angka tersebut diperkirakan meningkat menjadi 5,5 juta pada 2040. Ketua Glaukoma Service JEC Group Prof Dr Widya Artini Wiyogo mengatakan glaukoma sering berkembang tanpa gejala awal sehingga kerap luput dari perhatian masyarakat.

“Karena itu, skrining mata secara berkala sangat penting untuk mendeteksi glaukoma lebih dini,” ujarnya dalam rangka peringatan Wo....

Belum selesai membaca berita ini ? Selesaikan dengan berlangganan disini Berlangganan

Advertisement

Advertisement