KETIKA menyebut nama Banda Neira, langsung terbayang keindahan alam dari bentangan laut dan gunung api. Rupanya tak sekadar menyajikan panorama, pulau kecil yang terletak di Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, itu juga menjadi pusat sejarah rempah. Kawasan itu dikenal sebagai salah satu pusat penghasil pala, fuli, dan kenari yang sejak abad ke-16 menjadi incaran bangsa-bangsa Eropa karena nilai ekonominya yang tinggi.
Secara geografis, Banda Neira berada di Kepulauan Banda dan dikelilingi laut dalam dengan pemandangan alam yang masih terjaga. Gunung Api Banda menjadi latar utama pulau tersebut, sekaligus sebagai sumber kesuburan tanah bagi tanaman pala yang menjadi komoditas unggulan daerah itu.
Dalam catatan sejarah, Banda Neira memiliki peran penting pada masa kolonial. Bangsa Portugis, Belanda dengan VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) mereka, dan Inggris pernah memperebutkan wilayah itu agar dapat menguasai perdagangan rempah-rempah dunia. Selain soal rempah, di kawasan itu masih bisa ditemui peninggalan sejarah seperti Benteng Nassau, Benteng Belgica, serta rumah pengasingan tokoh per....

