OPINI

Board of Peace, Gaza, dan Ujian Prinsip Politik Luar Negeri Indonesia

Sel, 27 Jan 2026

GAZA kembali diperdagangkan di pasar politik internasional, kali ini dengan bahasa yang lebih halus dan kemasan yang lebih terhormat. Di bawah label perdamaian, stabilisasi, dan rekonstruksi, penderitaan yang belum berhenti diubah menjadi komoditas diplomatik. Ia dijual sebagai peluang kolaborasi global, panggung kepemimpinan, dan akses ke pusat kekuasaan.

Dalam konteks itulah keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace perlu dibaca secara jujur dan tanpa ilusi. Persoalannya bukan terletak pada niat baik yang diklaim, melainkan pada penyimpangan arah kebijakan luar negeri dari mandat konstitusi serta pengosongan prinsip bebas aktif dari makna substantifnya.

Sejak awal, Board of Peace tidak lahir dari konsensus multilateral untuk memperbaiki mekanisme internasional yang gagal, tetapi dari inisiatif politik sepihak yang kemudian mencari legitimasi. Gaza dijadikan ruang uji coba bagi model pengelolaan konflik yang tidak berangkat dari keadilan, tetapi dari stabilitas. Kek....

Belum selesai membaca berita ini ? Selesaikan dengan berlangganan disini Berlangganan

Advertisement

Advertisement