MATAHARI belum benar-benar meninggi di langit Desa Pantan Nangka, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah. Namun, hawa panas sudah menyergap masuk, terperangkap di bawah tenda darurat yang kini disebut 'sekolah'. Belasan anak berseragam merah putih siswa SD Negeri 11 Linge mencoba memusatkan perhatian meski peluh mulai bercucuran.
Sudah hampir tiga bulan berlalu sejak bencana banjir bandang dan tanah longsor meluluhlantakkan sejumlah wilayah di Aceh Tengah, termasuk Linge. Akan tetapi, masa depan pendidikan di kawasan itu masih menggantung tak pasti, terombang-ambing di antara harapan dan ketidaknyamanan belajar di atas tanah lumpur beralaskan terpal.
Kondisi di lapangan memang menyayat hati. Sebagai pengganti gedung SDN 11 Linge yang tertutup oleh lumpur banjir setinggi 3 meter, didirikanlah tenda darurat tepat di depan masjid desa. Namun, tenda itu minim ventilasi. Jendela tenda yang kecil tak mampu mengalirkan udara dengan baik, memaksa....

