PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS. Ia diprotes 8 juta warga AS di 50 negara bagian yang turun ke jalan dan merasa muak dengan gaya kepemimpinannya.
Belum lagi tingkat penerimaan (approval rating) warga Amerika terhadapnya yang terus anjlok, dan kini tinggal 36%. Di jagat media sosial, ia jadi bahan olok-olok, baik dalam bentuk meme maupun video akal imitasi (AI). Setiap pidatonya, terutama terkait dengan klaim kemenangan perang atas Iran, diberi cap 'halu' oleh netizen. Semua karena keputusannya bersama Israel menyerbu Iran secara membabi buta.
Tepat kiranya yang digambarkan majalah The Economist melalui sampul edisi 21-27 Maret 2026. Majalah berbasis di Inggris itu menggambarkan Trump mengenakan helm militer secara terbalik (bagian belakang yang dipenuhi peluru menutupi separuh muka, mulai kening hin....

