PEMERINTAH Indonesia menuntut penyelidikan PBB yang cepat, menyeluruh, serta transparan atas serangan Israel di Libanon selatan yang menewaskan tiga prajurit pasukan penjaga perdamaian UNIFIL asal Indonesia, akhir Maret 2026. Indonesia juga mendesak Dewan Keamanan PBB bertindak tegas, jelas, dan bersatu dalam merespons insiden itu.
"Indonesia meminta Dewan Keamanan memantau dan menindaklanjuti hasil penyelidikan secara tegas, serta menuntut pertanggungjawaban hukum para pelaku tanpa pemberian kekebalan dalam kasus serangan tersebut," tegas Perwakilan Tetap RI untuk PBB Umar Hadi dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB di New York, kemarin dini hari WIB.
Menurut Umar, ketegangan di Libanon selatan dipicu serangan berulang militer Israel yang melanggar kedaulatan serta integritas wilayah Libanon. "Serangan tersebut menjadi ancaman serius bagi perdamaian global dan berpotensi dikategorikan sebagai kejahatan ....

