OLAHRAGA

Alwi dan Putri Tatap Malaysia Terbuka

Sen, 05 Jan 2026

TUNGGAL putra Indonesia, Alwi Farhan, menilai Malaysia Terbuka 2026 sebagai momentum krusial untuk membuka perjalanan kompetisi musim tahun ini, terutama dalam upaya mengumpulkan poin menuju BWF World Tour Finals 2026. Turnamen berlevel Super 1000 yang digelar di Axiata Arena, Kuala Lumpur, pada 6-11 Januari tersebut menjadi pembuka kalender musim.

“Bangga bisa masuk Super 1000 dari awal tahun. Tahun baru semua dimulai dari nol. Race to Hangzhou-nya juga kembali terbuka,” kata Alwi dalam keterangan resmi PP PBSI, kemarin.

Menurut Alwi, turnamen pembuka musim selalu memiliki tantangan tersendiri karena seluruh pemain datang dengan semangat dan motivasi yang diperbarui. Karena itu, ia memilih untuk memusatkan perhatian pada penampilan terbaik tanpa membebani diri dengan target jangka pendek.

“Di turnamen pertama ini semua orang punya semangat yang baru, antusias yang baru. Begitu pun saya,” sebutnya.

Alwi berharap modal positif dari penampilan di akhir musim lalu dapat menjadi pijakan untuk mengawali 2026 dengan performa yang konsisten. Ia menilai kesempatan tampil di turnamen Super 1000 sejak awal musim harus dimanfaatkan secara optimal.

“Kita maksimalkan kesempatan dan momentum yang ada. Saya ingin mengeluarkan permainan terbaik,” tambahnya.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa fokus utamanya ialah berusaha semaksimal mungkin dan membiarkan hasil mengikuti proses yang dijalani. “Tugas saya hanya berusaha. Sisanya saya pasrahkan hasilnya kepada Tuhan,” ucapnya.

Malaysia Terbuka dikenal sebagai salah satu turnamen dengan tingkat persaingan tertinggi dalam kalender BWF. Bagi Alwi, ajang ini menjadi panggung awal untuk mengukur kesiapan sekaligus membuka langkahnya sepanjang musim 2026.

Pada sektor tunggal putra, Indonesia juga diperkuat Jonatan Christie. Sementara itu, sektor tunggal putri diwakili Putri Kusuma Wardani.

Putri juga memanfaatkan Malaysia Terbuka 2026 sebagai ajang untuk mengukur kesiapan permainan usai menjalani masa jeda antarmusim. Ia mengungkapkan bahwa dirinya baru kembali menjalani latihan dengan intensitas penuh setelah mendapat waktu istirahat pascatampil di World Tour Finals 2025.

Turnamen tersebut dijadikannya sarana untuk memulihkan kondisi fisik sekaligus mengembalikan sentuhan permainan. “Pelatih memberi libur beberapa hari dan alhamdulillah sekarang sudah kembali fresh,” kata Putri.

Ia menjelaskan, persiapan menuju Malaysia Terbuka dilakukan sekitar 10 hari. Pada fase awal, program latihan lebih difokuskan pada peningkatan kondisi fisik sebelum beralih ke aspek teknis.

“Fisik menjadi fokus dan latihannya diperberat. Dua hari terakhir baru lebih ke teknik,” ujarnya.

Mengawali musim kompetisi dari turnamen level Super 1000 membuat Putri memilih tidak memasang target terlalu tinggi. Menurutnya, turnamen pembuka ini lebih tepat dijadikan tolok ukur kesiapan sebelum menghadapi rangkaian kompetisi panjang sepanjang 2026.

“Cukup deg-degan karena memulai lagi dari awal. Namun, ini turnamen pembuka. Saya ingin bisa bermain enak,” tambah Putri.

Malaysia Terbuka dikenal sebagai salah satu turnamen dengan tingkat persaingan yang ketat di awal musim. Pada sektor tunggal putri, Putri menjadi satu-satunya wakil Indonesia setelah Gregoria Mariska Tunjung mendapatkan proteksi peringkat guna menjalani pemulihan dari kond....

Belum selesai membaca berita ini ? Selesaikan dengan berlangganan disini Berlangganan

Advertisement

Advertisement