KASUS pinjaman online (pinjol) saat ini sudah merebak di lingkungan pendidikan, tidak hanya di universitas, tetapi juga merebak sampai kalangan siswa sekolah menengah atas (SMA). Mayoritas dari mereka terjerat pinjol karena untuk memenuhi gaya hidup semata, seperti membeli pakaian, gawai, travelling, dan konser. Perilaku konsumtif di usia muda saat ini bukan untuk kebutuhan. Anak muda sekarang terjebak dengan kebiasaan pengeluaran yang berlebihan, tekanan ekonomi, pembiayaan pendidikan, dan tingkat literasi pinjaman yang rendah.
Banyak anak muda yang mencoba bermain judi online dan akhirnya kalah bermain. Mereka cenderung langsung mengajukan pinjaman di pinjol untuk melanjutkan perjudiannya. Kasus seperti itu bisa jadi penyebab meningkatkan transaksi pinjaman online.
Untuk mengatasi masalah yang semakin besar terkait dengan kalangan dewasa muda Indonesia yang terjebak dalam perangkap pinjaman online ilegal dan untuk menjaga kesejahteraan keuangan mereka di masa depan, pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengembangkan serangkaian inisiatif dan taktik. Edukasi finansial bagi generasi muda sangat penting. Bahkan, OJK sudah lama masuk ke sekolah dan kampus untuk sosialisasi program literasi. Program-program edukasi kepada masyarakat sudah banyak dil....