SUNGAI Ciliwung bukan sekadar aliran air bagi Arief Kamarudin. Pria yang lahir dan besar di Lenteng Agung itu menganggap Ciliwung ialah rumah yang menemaninya sejak kecil. Dari sungai itulah, ia mengenal alam, belajar tentang kehidupan ekosistem, hingga tergerak untuk berburu ikan sapu-sapu demi menjaga keseimbangan lingkungan.
Sejak kecil, Arief mengaku sudah terbiasa bermain dan menangkap ikan di sungai yang melintasi kawasan tempat tinggalnya. Aktivitas itu berlangsung hingga kini, sampai di beberapa waktu ketika menjala, hasil tangkapannya didominasi ikan sapu-sapu. Ia pun mulai mencari tahu lebih jauh jenis ikan tersebut.
Arief kemudian memahami bahwa ikan sapu-sapu merupakan spesies invasif yang bukan berasal dari Indonesia dan dapat mengganggu keseimbangan ekosistem perairan. Pengetahuan itu semakin ia dalami seiring dengan waktu sembari melanjutkan aktivitas menangkap ikan sapu-sapu. Hingga pada September 2025, aktivitasnya berburu ikan sapu-sapu di Ciliwung mulai dikenal luas....

