BANJIR berulang di Desa Huta Nabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, kembali menjadi sorotan. Warga menilai upaya normalisasi sungai belum berjalan maksimal sehingga ancaman luapan air masih menghantui permukiman, terutama saat curah hujan tinggi.
Pantauan di Lorong IV yang berada di wilayah hulu sungai, kemarin, belum menunjukkan adanya pengerukan atau pelebaran badan sungai secara signifikan. Aktivitas alat berat lebih banyak difokuskan pada pembersihan material banjir di area permukiman warga.
Desa Huta Nabolon berada di titik pertemuan dua anak sungai, yakni Sungai Aek Simpang Bambu dan Sungai Aek Gala-gala. Saat hujan deras, debit air dari kedua sungai meningkat dan meluap hingga....

