PADA 1869, dua atau tiga gerbong ditarik dua atau empat ekor kuda. Dengan beban yang begitu berat, sekitar 200 kuda mati sehingga bangsa Eropa memprotes untuk meniadakan rel trem dengan kuda.
Kuda untuk trem diambil dari Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Namun, tenaga kuda justru membawa masalah lain, yakni kebersihan dan biaya. Ratusan ekor kuda mati karena kelelahan setelah menarik trem tanpa henti menyebabkan pemerintah Batavia harus terus-menerus melakukan pembelian satwa mamalia itu.
Wajah kota juga terlihat menjadi tidak bersih karena ditemukan kotoran bertebaran di jalanan. Pun orang Eropa merasa risih dalam satu gerbong bercampur baur denga....

