ANAK muda, khususnya gen Z, kerap mendapat stigma sebagai pribadi yang cuek dan tidak peduli dengan lingkungan sekitar. Mereka sering dianggap terlalu sibuk dengan gawai, media sosial, dan urusan pribadi. Karena itu, mereka kerap dilekatkan sebagai pribadi apatis terhadap isu sosial atau kepedulian di tengah masyarakat. Namun, nyatanya tidak semua dari mereka demikian.
Terbang jauh ke Kota Medan, Sumatra Utara, sekelompok pemuda hadir di tengah-tengah masyarakat dengan langkah kecil berharap bisa membantu meringankan permasalahan di empat sektor, yaitu pendidikan, sosial, lingkungan, hingga kesehatan yang dialami masyarakat di kota tersebut. Mereka ialah Komunitas Sadar Sekitar yang berdiri sejak 2022.
Founder Komunitas Sadar Sekitar, Ruth Dewi Sinambela, 25, bercerita kepada Media Indonesia bagaimana awal mula komunitas berdiri. Perempuan asal Medan itu mengatakan inisiasi tersebut muncul dari ide sederhana, ingin mendorong lebih banyak anak-anak muda lebih peduli sekitar. Hal itu pun masih sejalan karena banyak masyarakat sangat membutuhkan bantuan pada bidang pendidikan, sosial, lingkungan, hingga kesehatan.

