Proyek yang bertujuan memulihkan wajah Ibu Kota itu akan dibiayai sepenuhnya melalui APBD DKI 2026 dengan estimasi anggaran mencapai Rp100 miliar. Anggaran tersebut tidak hanya dialokasikan untuk peruntuhan beton, tetapi juga untuk penataan ulang infrastruktur jalan dan trotoar secara menyeluruh.
Kepala Dinas Bina Marga DKI Heru Suwondo mengungkapkan bahwa keputusan untuk melakukan pembongkaran paksa merupakan instruksi langsung dari Gubernur DKI Pramono Anung. "Sudah disampaikan ke Adhi Karya. Adhi Karya belum bongkar, ya, kita bongkar. Ada 98 (tiang) yang di sepanjang Rasuna Said," ujar Heru, kemarin.
Rencana pembongkaran itu sedianya dijadwalkan pada pekan ketiga Januari 2026. Namun, berdasarkan hasil rapat pimpinan (rapim) terbaru, Pramono meminta agar eksekusi dipercepat satu minggu lebih awal. "Jadi Pak Guberner menyampaikan bahwa waktu kemarin, kalau enggak salah dua hari lalu, ya, menyampaikan minggu ketiga mau dibongkar. Tapi Pak Gubernur kemarin, pada saat rapim, menyampaikan minta minggu depan dibongkar. Insya Allah Rabu kalau enggak berubah," katanya.

