PERGERAKAN kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) belum lepas dari tekanan. Meskipun dalam perdagangan kemarin (Rabu, 21/1), rupiah ditutup menguat 0,12% ketimbang perdagangan Selasa (20/1), fluktuasi nilai tukar diprediksi masih bisa terjadi.
Kendati demikian, Bank Indonesia menyatakan optimistis dan siap membawa rupiah menguat dengan dukungan cadangan devisa untuk stabilisasi nilai tukar. Pada Kamis (8/1) lalu, BI mengumumkan cadangan devisa Indonesia per akhir Desember 2025 mencapai US$156,5 miliar, naik dari bulan sebelumnya sebesar US$150,1 miliar.
Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut optimisme itu juga didukung oleh fundamen ekonomi domestik yang tetap baik. “Kami meyakini rupiah akan stabil dan bahkan cenderung menguat,” ungkapnya saat pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Januari 2026, kemarin.
Sejak awal tahun, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada dalam tren melemah hingga nyaris menyentuh Rp17.000 per dolar AS. Pada perdagangan kemarin, rupiah ditutup Rp16.936 per dolar AS.
....

