MEMASUKI periode musim kemarau 2026, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta penurunan kualitas udara kembali meningkat di berbagai wilayah Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan kondisi cuaca yang semakin kering mulai Mei hingga September berpotensi memperparah risiko tersebut.
Direktorat Perubahan Iklim BMKG menyampaikan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia diprediksi menurun secara bertahap, terutama di bagian selatan seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, sebelum meluas ke wilayah lain. Kondisi itu diperkuat dengan potensi kemunculan fenomena El Nino lemah pada semester kedua 2026.
“El Nino berpotensi menyebabkan defisit curah hujan yang meningkatkan risiko kekeringan, yang kemudian dapat memicu kebakaran hutan dan lahan,” ujar Fatchiyah dari Direktorat Perubahan Ikli....

