SUASANA di ibu kota negara bagian Borno, Nigeria, kini jauh berbeda ketimbang satu dekade lalu ketika ledakan dan tembakan menjadi suara malam yang biasa. Pendeta Thomas Marama, yang dulu berdoa setiap kali keluar rumah, kini merasa lebih tenang.
“Anda selalu takut terjadi ledakan,” kata Marama dari kompleks gerejanya di Maiduguri, kemarin. Warga setempat memiliki ingatan berbeda tentang masa tergelap konflik Boko Haram.
Marama menyebut periode 2010-2014 sebagai masa paling berat, pemilik restoran lokal menyebut 2011-2015, dan seorang imam menilai 2015–2016. Namun, semua sepakat bahwa masa itu dipenuhi baku tembak, bom bunuh diri, dan ketegangan tanpa akhir.
Kini ketakutan itu perlahan memudar. Seorang koresponden AFP yang berkunjung baru-baru ini mencatat bahwa Maiduguri belum mengalami serangan besar sejak 2021.
“Kami berdoa agar perdamaian kembali,” kata Umar Mohammad, pedagang sayur, 32, yang kini bisa bermain sepak bola malam hari bersama teman-temannya. Ini pemandangan yang dulu mustahil terjadi.
Kota yang dulu menjadi pusat kekerasan kini kembali hidup. Sejak 2016, anak-anak muda mulai menikmati hiburan malam. Sepeda dan taksi roda tiga berwarna kuning cerah lalu-lalang di jalan beraspal baru.
Pasar ramai. Orang-orang makan ikan bakar dan bermain snooker hingga larut malam. Stasiun pengisian kendaraan listrik bahkan sedang dibangun.
Namun, sisa konflik masih terasa. Mobil pikap militer masih berpatroli dan larangan sepeda motor tetap diberlakukan karena sering digunakan oleh militan.
Keamanan yang relatif stabil hari ini, menurut para peneliti, diperoleh lewat jam malam ketat dan pos pemeriksaan yang dulu tersebar di seluruh kota. Kelompok hak asasi manusia menyebut masa itu juga diwarnai penangkapan massal dan pembunuhan di luar hukum.
“Di sinilah Anda memiliki semua lembaga negara,” ucap Malik Samuel, peneliti konflik dari Good Governance Africa (GGA) di Abuja. “Ini disengaja, mengamankan ibu kota,” ujarnya.
Pemilik restoran, Idris Suleiman Gimba, 54, mengenang masa-masa ketika keamanan begitu ketat hingga orang tak diizinkan masuk masjid tanpa dikenal. Kini ia melihat perubahan positif....

