PUNGGAWA BUMI

Donasi untuk Mahasiswa

Kam, 06 Mei 2021

TAHUN lalu, publik dihebohkan berita tentang seorang menteri yang diduga mengutip Rp10 ribu dari setiap paket bantuan sosial (bansos) warga yang terdampak oleh pandemi untuk kepentingan pribadi. Saat kasus yang kini dikenal dengan istilah bansos ceban itu menyeruak ke permukaan, penyiar radio Aditya Fadilla atau yang lebih dikenal dengan Adit Insomnia berpikir seharusnya setiap nominal yang dikorupsi itu bisa membantu pihak-pihak yang kesusahan, misalnya mahasiswa yang terpaksa cuti baik karena tidak bisa membayar biaya semester akibat orangtua mereka terkena PHK maupun karena dampak lain oleh sebab pandemi.

Atas dasar pertimbangan itulah kemudian dia mencetuskan inisiatif patungan Rp10 ribu (patungan/urunan ceban) untuk membantu mahasiswa yang terdampak oleh pandemi. Melalui kanal urun dana Kitabisa, Adit membuka donasi sejak Desember tahun lalu. Gerakan yang awalnya hanya ditujukan untuk berjalan tiga bulan itu kini bakal berkelanjutan.

“Awalnya dari isu bansos yang sempat dikorupsi Rp10 ribu per paket dari salah satu menteri yang ditangkap KPK. Tadinya saya mau mencicit, kalau patungan Rp10 ribu sama follower gue di Twitter, itu udah bisa terbeli rumah. Tapi, kan, itu bercandaan, ya. Nah, kemudian terpikir, gimana kalau patungan ceban buat bantuin orang yang kesusahan kuliah,” cerita Adit mengenai awal mula inisiatifnya itu kepada Media Indones....

Belum selesai membaca berita ini ? Selesaikan dengan berlangganan disini Berlangganan

Advertisement

Advertisement