PENOLAKAN sebagian serikat buruh atas formula baru upah minimum dipandang sebagai dampak masih lemahnya kualitas pertumbuhan ekonomi.
Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M Rizal Taufikurahman menilai perekonomian gagal menciptakan nilai tambah yang cukup untuk dibagi dalam bentuk upah yang mampu mengangkat kesejahteraan pekerja.
"Pertumbuhan ekonomi memang tercapai, tetapi kualitasnya lemah, masih terlalu bertumpu pada konsumsi dan komoditas, bukan pada ekspansi sektor produktif berteknologi dan berupah tinggi," kata....

