SEBUAH ruang berukuran cukup besar dengan dinding, langit-langit dan lantai berwarna hitam gelap hadir di Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara (Museum Macan), Jakarta. Remang dan nyaris tak menyisakan seberkas cahaya. Dengan penuh kehati-hatian, kaki melangkah menuju bagian tengah ruangan. Sesekali jemari meraba dinding untuk mencapai bagian tengah. Suara desis halus terdengar di telinga, menemani perjalanan.
Saat mencapai bagian tengah, sebuah pelangi tampak begitu cantik di tengah ruang gelap. Pelangi itu hadir berkat pembiasan dan pemantulan cahaya (lampu LED tunggal) oleh tetesan air kecil dari alat penyemprot (nozzle). Pelangi tampil berbeda tergantung dari sudut mana memandang. Terkadang warnanya jelas terlihat, terkadang samar-samar. Suara desis halus yang terdengar saat memasuki ruangan. Itu merupakan bunyi saat udara berkecepatan tinggi mendorong tetesan air.
Ruangan itu bernama Beauty, sebuah ruang instalasi karya seniman asal Denmark-Islandia Olafur Eliasson. Seniman 58 tahun itu menggelar tur pameran tunggal bertajuk Your Curious Journey. Kehadirannya di Museum Macan jadi yang keempat setelah pameran di Berlin ....

