PRESIDEN Ekuador Guillermo Lasso telah mencabut keadaan darurat yang diberlakukan di enam provinsi di tengah protes massal oleh kelompok-kelompok Pribumi ketika para legislator mulai mendengar mosi oposisi untuk memecatnya dari jabatannya.
Keputusan Lasso pada Sabtu (25/6) waktu setempat, mengikuti pembicaraan resmi pertama antara pejabat pemerintah dan organisasi Pribumi terbesar Ekuador, yang memulai protes dua minggu lalu untuk menuntut harga bensin dipotong, kontrol harga diberlakukan pada produk pertanian, dan anggaran yang lebih besar ditetapkan untuk pendidikan.
Pertemuan itu diadakan di Gereja Basilika di pusat kolonial Quito yang dihadiri Menteri Pemerintah Francisco Jimenez, Menteri Luar Negeri Juan Carlos Holguin, Presiden Konfederasi Kebangsaan Adat Ekuador (CONAI....

