SETELAH menunaikan salat Idul Fitri, umat Islam dan masyarakat pada umumnya menggelar tradisi gelar griya atau lazim disebut open house. Tradisi ini merupakan ekspresi sukacita dan syukur setelah menunaikan ibadah Ramadan.
Gelar griya tidak hanya dilakukan umat Islam. Pemeluk agama lain juga menggelar gelar griya. Hal itu menunjukkan bagaimana Idul Fitri telah menjadi milik seluruh bangsa Indonesia. Dalam konteks dakwah, gelar griya menunjukkan bahwa dengan menghadirkan kerahmatan dan keramahan, ajaran dan nilai-nilai Islam dapat diterima dengan baik. Islam menjadi sumber ajaran dan nilai yang mempersatukan dan kehidupan yang damai.
Saat gelar griya, masyarakat saling mengunjungi, bermaafan, dan menikmati hidangan khas daerah atau khas tuan rumah. Gelar griya adalah sarana mencairkan hubungan yang membeku atau ikatan yang terputus. Islam mengajarkan agar manusia bersilaturahim untuk menjalin persahabatan dan menghentikan permusuhan. Sesuai hadis Nabi, dengan silaturahim rezeki lapang dan umur panjang. Nabi bersabda: “Manusia yang utama adalah mereka ya....