CHIEF Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Pandu Sjahrir menyebut perlu segeranya transformasi mendasar dalam tata kelola BUMN. Pasalnya, dari lebih dari seribu perusahaan pelat merah yang berada di bawah pengelolaan Danantara, hanya 12 BUMN yang menyumbang 95% dividen ke negara, sedangkan lebih dari separuh lainnya merugi.
Pandu menyebut temuan tersebut bahkan baru diketahuinya setelah masuk secara mendalam ke dalam struktur internal Danantara. Dari sekitar 1.040 BUMN, sebanyak 52% tidak membukukan keuntungan. "Fakta menariknya, dari 1.040 perusahaan itu, hanya 12 yang menyumbang dividen. Sebanyak 95% dividen hanya berasal dari 12 perusahaan," ujarnya dalam forum China Conference: Southeast Asia (CCSEA) 2026 di Jakarta, kemarin.
Keberadaan Danantara, sambungnya, salah satunya untuk mempercepat transformasi tata kelola BUMN. "Tugas utama Danantara sebenarnya sangat sederhana, yakni memastikan seluruh BUMN dapat dikelola secara menguntungkan. Presiden menyebutnya sebagai Indonesia Inc. Kami menyebutnya sebagai upaya mengubah budaya, dari yang semata-mata perusahaan milik negara menjadi pengelolaan la....

