PEMERINTAH akan menjaga menjaga harga jagung di tingkat petani minimal Rp5.500 per kilogram (kg) sampai akhir 2025. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan upaya itu disampaikan menko pangan setelah rapat dengan Presiden.
“Kemudian Pak Menko meneruskan di rapat dengan seluruh jajaran kementerian/lembaga sektor pangan, diputuskan Rp5.500 dengan kadar air 18%-20% dan Rp6.400 dengan kadar air 14%,” urai Arief dalam keterangannya, kemarin.
Dalam Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional No 216/2025 yang berlaku mulai Juli 2025, harga pembelian pemerintah (HPP) jagung pipilan kering di tingkat petani ditetapkan Rp5.500 per kilogram (kg), diberlakukan bagi Perum Bulog dengan ketentuan kadar air 18 sampai 20%. Sementara HPP Rp6.400 per kg untuk jagung pipilan kering di gudang Bulog dengan kadar air maksimal 14% dan aflatoksin maksimal 50 part per billion (ppb). Kata Arief, kebijakan HPP itu merupakan penyangga harga bagi petani dalam negeri.
Dengan itu, Bapanas telah meningkatkan HPP bagi petani jagung sejak 2022. Semula dari Rp3.700 per kg menjadi Rp4.200 per kg pada 2022. Lalu menjadi Rp5.000 per kg pada 2024, dan disesuaikan kembali menjadi Rp5.500 per kg dan Rp6.400 per kg pada tahun ini.
Realisasinya, Bulog telah menyerap jagung produksi dalam negeri sebanyak 76,9 ribu ton sampai 26 September 2025. Sementara stok jagung yang disimpan Bulog totalnya berada di angka 72 ribu ton.
Terbaru, Bapanas menugaskan Bulog untuk menyalurkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung dengan target 52,4 ribu ton kepada 2.019 peternak dengan harga Rp5.500 per kg.
Di kesempatan terpisah, sejumlah polres di Jawa Tengah menggelar panen jagung di wilayahnya masing-masing, termasuk Polres Purbalingga dan Kebumen, Sabtu (27/9). Kasi Humas Polres Purbalingga Ajun Komisaris Setyo Hadi menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan kepolisian terhadap program ketahanan pangan nasional.
“Polres Purbalingga siap mendukung program ketahanan pangan dan bekerja sama dengan seluruh pihak untuk mewujudkan swasembada pangan,” katanya, usai panen raya jagung di Desa Karangbanjar, Kecamatan Bojongsari.
Di hari yang sama, Polres Kebumen bersama Pemkab Kebumen juga menggelar panen raya jagung serentak di Desa Bocor, Kecamatan Buluspesantren.
Kapolres Kebumen AKB Eka Baasith Syamsuri menegaskan peran koperasi kepolisian (Primkopol) dalam pengelolaan hasil panen jagung sebagai bentuk dukungan terhadap produktivitas pertanian, sekaligus memberi kepastian pasar.
“Polres Kebumen melalui Primkopol telah mengirim hampir 50 ton jagung ke Bulog. Dengan pola ini, petani cukup fokus menanam dan memanen, sementara pemasaran dan pengeringa....

