KENAIKAN harga pangan menjelang Ramadan menjadi suatu pola yang kerap berulang. Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Eliza Mardian menyebut hal itu terjadi karena agregat permintaan (demand) meningkat, jauh melebihi kemampuan respons cepat pasokan (supply).
Persoalan mendasarnya, pasokan memiliki periode tertentu karena disesuaikan dengan musim tanam dan panen, ada yang per bulan, per tiga bulan, dan seterusnya. Persoalan lainnya, penyiapan pasokan dari jauh hari untuk Ramadan juga tidak mudah karena infrastruktur penyimpanan cold storage sangat kurang.
Eliza mencontohkan harga komoditas yang biasanya melonjak jelang Ramadan, antara lain cabai, bawang, daging ayam, dan telur. Semua komoditas tersebut mudah busuk d....

