CUACAekstrem disertai banjir yang melanda Kota Pekalongan, Jawa Tengah, berdampak serius terhadap aktivitas industri batik dan konfeksi. Ratusan usaha terpaksa menghentikan produksi, sementara ribuan pekerja diliburkan. Kerugian ekonomi akibat berhentinya aktivitas produksi tersebut diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, kemarin, ratusan perajin batik di berbagai sentra produksi di Kota Pekalongan tidak dapat beraktivitas. Rumah tinggal sekaligus ruang produksi, ruang pamer, hingga toko batik terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 50 hingga 100 sentimeter. Kondisi itu membuat proses produksi batik dari mengecap, mencelup, mencuci, hingga menjemur kain tidak dapat dilakukan.
Sejumlah pabrik konfeksi, termasuk produsen sarung palekat yang menjadi ciri khas Pekalongan, juga menghentikan operasionalnya. Pabrik-pabrik tersebut terendam banjir hingga setengah meter sehingga mesin dan bahan baku tidak dapat digunakan....

