PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta diminta untuk tidak mengendurkan pengawasan terhadap potensi penyebaran varian virus baru yang dikenal sebagai superflu. Meski hingga saat ini belum ditemukan satu pun kasus aktif di wilayah Ibu Kota, langkah mitigasi dan kesiapan fasilitas layanan kesehatan harus diperkuat guna mengantisipasi transmisi yang dikenal sangat cepat.
Anggota Komisi E DPRD DKI Elva Farhi Qolbina mengingatkan bahwa Jakarta sebagai titik pusat mobilitas nasional memiliki risiko tinggi terhadap ancaman kesehatan global. Kewaspadaan sejak dini menjadi kunci utama agar potensi lonjakan kasus dapat diantisipasi sebelum menjadi beban berat bagi sistem kesehatan daerah. "Kita harus meningkatkan kewaspadaan kita dalam menghadapi virus superflu ini, harus berhati-hati,” ujar Elva dalam keterangannya, Minggu (11/1).
Menurut dia, kesiapan sistem kesehatan nasional, khususnya di tingkat daerah, ialah faktor krusial. Tenaga kesehatan (nakes) dinilai sebagai garda terdepan sekaligus benteng perlindungan masyarakat dalam mendeteksi dan menangani potensi kasus. Komunikasi antara dinas kesehatan dan jajaran faskes di bawahnya harus dipastikan berjalan tanpa hambatan. “Kami berharap dinas kesehatan beserta fasilitas kesehatan seperti puskesmas, RSUD, beserta nakes di Jakarta bisa menanganinya dengan b....

