KEMENTERIAN Keuangan melaporkan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) mengalami defisit 0,53% terhadap produk domestik bruto (PDB) atau senilai Rp135,7 triliun hingga akhir Februari 2026. APBN 2026 diproyeksikan mengalami defisit Rp698,15 triliun, atau setara 2,68% terhadap PDB.
Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Hosianna Evalita Situmorang mengatakan hal itu sebagai dampak dari strategi pemerintah yang langsung menggenjot belanja di awal tahun. Meski pendapatan negara masih mengalami tekanan, pemerintah tetap memacu belanja prioritas demi menjaga tren pertumbuhan.
"Defisit fiskal Indonesia tercatat sebesar Rp135,7 triliun (-0,53% dari PDB, 19,8% dari target APBN) pada Februari 2026 karena penge....

