OPINI

Kecerdasan Ekologis

Sen, 30 Mar 2026

JIKA bencana ialah guru, ia mengajar dengan cara paling kejam, melalui tangis dan nyawa yang melayang. Namun, pelajaran tentang alam tak perlu menunggu air bah datang. Kecerdasan ekologis, kesadaran bahwa hutan bukan sekadar kayu dan sungai bukan sekadar air, harus ditanamkan sejak anak-anak mengenal lingkungan. Tanpanya, pembangunan hanya melahirkan kemajuan semu yang dibayar mahal dengan kerusakan dan bencana berulang. Bukti nyata ironi itu baru saja kita saksikan pada pengujung 2025.

Banjir dan tanah longsor melanda Sumatra pada akhir 2025 menimbulkan dampak kemanusiaan yang sangat serius. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan bencana di tiga provinsi, Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, menewaskan lebih dari seribu orang dan membuat ratusan lainnya hilang. Di Aceh sendiri, ratusan warga dilaporkan meninggal dan puluhan orang masih dinyatakan hilang, sementara puluhan ribu warga terpaksa mengungsi.

Di balik angka-angka itu, para ahli mengidentifikasi dua faktor utama. Curah hujan ekstrem memang menjadi pemicu utama, tetapi kerusakan hutan di daerah hulu sungai dalam beberapa tahun terakhir turut memperparah dampak banjir. Hilangnya tutupan hutan mengurangi kemampuan tanah menyerap air sehingga limpasan air meningkat da....

Belum selesai membaca berita ini ? Selesaikan dengan berlangganan disini Berlangganan

Advertisement

Advertisement