EMPAT kasus bunuh diri anak dan remaja hingga Februari 2026 menjadi alarm serius bagi semua pihak bahwa kesehatan mental anak perlu diawasi. Peristiwa-peristiwa itu tidak dapat dipandang semata sebagai persoalan individu, tetapi juga berkaitan erat dengan faktor lingkungan, sosial, hingga sistem kebijakan yang lebih luas.
Psikolog klinis Virginia Hanny menilai fenomena tersebut perlu dipahami secara komprehensif dengan pendekatan ekologi perkembangan. Dalam teori yang dikemukakan Urie Bronfenbrenner, perkembangan anak dipengaruhi berbagai lapisan lingkungan, mulai keluarga, sekolah, komunitas, hingga negara. Artinya, kesehatan mental anak tidak bisa dibebankan hanya kepada anak atau keluarganya, tetapi juga menjadi tanggung jawab kolektif yang memerlukan kolaborasi semua pihak. "Sebagai psikolog klinis, tentu peristiwa seperti ini sangat memilukan dan memprihatinkan. Ketika kasus serupa terjadi dalam waktu yang berdekatan di beberapa daerah, ini menunjukkan bahwa persoalan ini bukan hanya masalah individu semata, melainkan juga berkaitan dengan faktor lingkungan, sosial, dan sistem yang lebih luas," kata Virginia saat dihubungi, Senin (16/2).
Ia menekankan bahwa kesehatan anak, baik fisik maupun mental, harus menjadi prioritas bersama. Keluarga sebagai sistem terkecil, sekolah sebagai lingkungan keseharian anak, serta pemerintah sebagai pembuat kebijakan memiliki peran penting dalam memastikan dukungan....

