HEAD of Research PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi menilai ketentuan minimum free float (saham yang ditransaksikan publik) 15% dalam jangka menengah dan panjang akan mendorong terbentuknya harga saham secara lebih wajar. Alasannya, ketentuan itu membuat struktur kepemilikan saham yang lebih tersebar sehingga manipulasi harga saham oleh market maker menjadi lebih sulit.
"Dalam jangka menengah hingga panjang dampaknya fundamental, akan menjamin likuiditas perdagangan yang lebih dalam. Stabilitas harga juga akan jauh lebih sehat karena struktur kepemilikan yang lebih tersebar membuat saham tersebut semakin sulit dimanipulasi atau dikendalikan sepihak oleh market maker sehingga pembentukan harga wajar menjadi lebih optimal," ujar Wafi, kemarin.
Di sisi lain, dalam jangka pendek, menurut Wafi, ketentuan minimum free float 15% berpotensi memicu volatilitas dan tekanan jual di pasar saham Indonesia. "Pasar akan mengantisipasi banjir suplai baru yang ....

