SUDAH dua bulan berlalu banjir melanda Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Namun, kondisi penyintas bencana tidak jauh berubah. Bukan saja rumah yang terseret banjir dan aktivitas perekonomian yang lumpuh, fasilitas pendidikan putra-putri mereka pun berantakan.
Dari penelusuran Media Indonesia, Sabtu (24/1), di SD Negeri Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, meskipun proses belajar mengajar (PBM) sudah dimulai sejak 5 Januari, kondisinya masih cukup menyedihkan. Sekolah darurat yang dibangun di bawah tenda putih bantuan UNICEF-- melalui program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah--masih serbakrisis dan mengharukan.
Pemerintah seperti abai karena sekolah itu jauh di balik lumpur banjir dan terhalang gelondong atau kayu batangan yang terbawa banjir. Mulai dari fasilitas sekolah, keadaan murid, hingga nasib guru, laksana hidup di rimba. Dari enam kelas di sekolah tend....

