EKONOMI

Kontrak Resiprokal RI-AS, Reformasi Total Problem Struktural

Sen, 02 Mar 2026

PENELITI Departemen Ekonomi Center for Strategic and International Studies (CSIS) Riandy Laksono menilai Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang belakangan menjadi sorotan publik bukan semata-mata berbicara soal tarif maupun akses pasar.

"Karena sepertinya tantangan yang kita hadapi makin berat hari-hari ini, termasuk ART ini yang sekarang punya konotasi yang berbeda. Saya pada satu kesimpulan yaitu ART ini bukan tentang tarif. ART ini bukan tentang akses pasar. Ini lebih pada melindungi kepentingan perdagangan AS dan juga proyek penyelarasan keamanan mereka," kata Riandy pada diskusi bertajuk Perjanjian Perdagangan Resiprokoal: Karpet Merah atau Jebakan Perdagangan, Jumat (27/2).

Menurutnya, salah satu manfaat utama ART justru terletak pada peluang Indonesia melakukan reformasi struktural yang selama ini sulit dijalankan. Ia mencontohkan kewajiban membuka perizinan impor secara lebih otomatis dan transparan, termasuk reformasi neraca komoditas dan pembatasan larangan serta pembatasan (larta....

Belum selesai membaca berita ini ? Selesaikan dengan berlangganan disini Berlangganan

Advertisement

Advertisement