TRADISI mudik Lebaran hingga saat ini masih menjadi mesin penggerak perekonomian dalam jangka pendek. Lonjakan mobilitas masyarakat yang dibarengi dengan peningkatan konsumsi pada berbagai sektor mampu menggerakkan roda ekonomi, mulai dari transportasi hingga perdagangan ritel.
Ekonom Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) Wisnu Setiadi Nugroho mengatakan konsumsi rumah tangga memang menjadi motor utama ekonomi Indonesia karena kontribusinya yang mencapai lebih dari 50% terhadap produk domestik bruto (PDB). Karena itu, momentum Lebaran kerap memberi stimulus tambahan bagi aktivitas ekonomi.
Meski demikian, Wisnu menilai dampak ekonomi dari momentum tersebut tidak selalu sebesar yang dibayangkan. Ia mencontohkan, pertumbuhan ekonomi kuartal I pada 2025 tercatat sekitar 4,87% secara tahunan, lebih rendah jika dibandingkan dengan beberapa ta....

