SEPAK BOLA

Madrid Kirim Pesan Anti- Rasisme

Jum, 27 Feb 2026

GELANDANG Real Madrid, Aurelien Tchouameni, menyebut kemenangan Los Blancos atas Benfica sebagai kemenangan bagi semua pihak yang menentang rasisme. Hasil itu memastikan Madrid melaju ke babak 16 besar Liga Champions.

Madrid lolos setelah menang 2-1 (agregat 3-1) atas Benfica di Santiago Bernabeu, kemarin WIB. Pernyataan Tchouameni tersebut merujuk pada laga leg pertama pekan lalu yang dimenangj Madrid 1-0, namun diwarnai dugaan pelecehan rasial terhadap Vinicius Junior oleh pemain Benfica, Gianluca Prestianni.

“Kami memang tidak memainkan pertandingan terbaik musim ini. Itu jelas. Tetapi ada hal yang lebih penting daripada laga ini, bahkan lebih penting daripada sepak bola,” ujar Tchouameni. Vinicius mencetak gol kedua Madrid di pada laga itu. Tchouameni menegaskan kemenangan tersebut menjadi simbol perlawanan terhadap diskriminasi.

“Ini kemenangan untuk semua yang menentang rasisme,” katanya.

UEFA menjatuhkan skorsing sementara kepada Prestianni sembari menyelidiki insiden tersebut. Banding yang diajukan Benfica atas hukuman itu ditolak pada hari yang sama. Seusai pertandingan, Vinicius mengunggah pesan di media sosial.

“Tarian berlanjut,” tulisnya, disertai foto spanduk besar bertuliskan No to racism yang dibentangkan di Bernabeu. Madrid juga mengumumkan telah mengeluarkan seorang suporternya sendiri sebelum pertandingan karena melakukan salam Nazi. Klub menyatakan oknum tersebut diidentifikasi oleh petugas keamanan setelah terekam siaran televisi dan langsung diusir dari stadion.

“Real Madrid mengecam segala bentuk gestur dan ekspresi yang memicu kekerasan dan kebencian dalam olahraga maupun masyarakat,” demikian pernyataan resmi klub.

Pelatih Madrid Alvaro Arbeloa mengaku senang melihat Vinicius mencetak gol. Arbeloa menilai kontribusi Vinicius semakin penting di tengah absennya Kylian Mbappe yang masih memulihkan cedera lutut.

“Saya bereaksi dengan kegembiraan, tentu saja, karena gol indah yang dia buat dan karena itu dia. Dia pantas mendapatkannya,” ujarnya.

“Tanpa Mbappe, perannya menjadi lebih krusial dan saya sangat senang untuknya,” ucap Arbeloa.

LARANGAN BERMAIN

Kasus dugaan rasisme tersebut mendorong UEFA untuk menunjuk seorang inspektur etika dan disiplin untuk menyelidiki sehingga UEFA mengatakan hukuman lebih lanjut dapat diberikan setelah investigasi selesai.

Apabila UEFA menemukan pemain Argentina itu bersalah, Prestianni dapat menghadapi larangan bermain sebanyak 10 pertandingan.

UEFA menyatakan bahwa larangan sementara untuk Prestianni tidak mengurangi keputusan apa pun yang mungkin dibuat oleh badan disiplin UEFA setelah selesainya penyelidikan yang sedang berlangsung dan penyeraha....

Belum selesai membaca berita ini ? Selesaikan dengan berlangganan disini Berlangganan

Advertisement

Advertisement