INTERNASIONAL

Mahatir Mentahkan Tuduhan Anwar

Kam, 13 Jun 2024

MANTAN Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad membantah terlibat dalam skandal korupsi dan nepotisme. Bahkan, dia mengaku sebagian uangnya yang dikumpulkan dari gaji selama karir politik puluhan tahun telah hilang.

Tuduhan itu dilontarkan oleh PM Anwar Ibrahim. Menurut Anwar, mentor politiknya itu menggunakan masa jabatan publik untuk memperkaya diri dan keluarganya. Tapi Mahatir menilai penyataan Anwar tersebut telah mencemarkan nama baiknya, sehingga mengajukan gugatan ke pengadilan dan menuntut ganti rugi 150 juta ringgit atau sekitar Rp521 miliar.

“Saya penasaran karena saya belum pernah melihat uang ini dan tidak tahu di mana uang itu berada. Jika saya yang mengambil uang itu, beritahu pengadilan bagaimana Anda (Anwar) menyimpulkan saya yang mengambil uang itu,” kata Mahathir, dilansir dari Al Jazeera, kemarin.

Dia mengaku bersedia pergi ke Swiss bersama Anwar untuk mencari bank tempat menyimpan uang rasuah seperti yang dituduhkan kepadanya. “Jika kita bisa menemukan bank seperti itu, saya akan menarik 100% uangnya dan memberikannya kepada orang Melayu,” kata Mahathir.

Mahathir juga menuduh Anwar mengincar dua putra sulungnya, Mirzan Mahathir dan Mokhzani Mahathir. Anwar, yang menjabat sebagai wakil Mahathir pada 1990an, membantah menargetkan saingan politiknya dan mengatakan tidak melakukan intervensi dalam proses hukum.

“Seperti yang dia (Anwar) katakan mempunyai file, kotak, dokumen yang menunjukkan saya telah mengambil uang. Tunjukkan, jika Anda memiliki kotaknya, tunjukkan. Namun sampai saat ini, dia belum memperlihatkan (kotaknya). Sebaliknya, dia mencoba untuk mengabaikan hal tersebut dan sekarang, dia mengejar anak-anak saya, Mokhzani dan Mirzan,” kata Mahathir.

Pada Januari, Komisi Pemberantasan Korupsi Malaysia (MACC) memerintahkan Mirzan dan Mokhzani Mahathir untuk melaporkan aset mereka sebagai bagian dari penyelidikan yang dipicu oleh kebocoran Pandora dan Panama Papers. Badan antikorupsi itu pada April mengkonfirmasi bahwa mereka sedang menyelidiki Mahathir sebagai bagian dari penyelidikan kasus tersbut. Mahathir mengatakan dia tidak mendapatkan keuntungan dari aktivitas bisnis putranya.

“Mereka tidak memberi saya uang dari bisnis mereka,” katanya.

Dia melarang putra-putranya melakukan bisnis di negara tersebut ketika masih menjabat, dia tidak ingin dituduh melakukan nepotisme.

Mengenai sumber kekayaannya, Mahathir mengatakan telah memperoleh gaji bulanan sebesar 8.000 ringgit atau sekitar Rp27 juta ketika ia pertama kali menjadi PM, meningkat menjadi 20 ribu ringgit atau Rp69 juta pada saat ia mengundurkan diri pada 2020, kemudian 2.000 ringgit atau Rp6 juta sebulan ketika bekerja seb....

Belum selesai membaca berita ini ? Selesaikan dengan berlangganan disini Berlangganan

Advertisement

Advertisement