OPINI

Memahami dan Memaknai Pendidikan sebagai Proyek Kebudayaan

Kam, 19 Feb 2026

DALAM dunia yang kian terhubung dan kompleks, keberagaman bukan lagi sekadar realitas sosial, melainkan juga sebuah keniscayaan historis dan antropologis. Masyarakat Indonesia, dengan ratusan etnik, bahasa, dan tradisi lokal, menghadirkan suatu miniatur peradaban dunia yang kaya. Meminjam ungkapan Ahmad Syafii Maarif, Indonesia ini seperti taman dengan tumbuhan dan bunga yang beraneka ragam. Atau seperti orkestra dengan ragam suara alat musik yang berpadu dalam keindahan nada dan melodi yang indah.

Namun, keragaman itu acap kali diiringi dengan ketegangan, stereotip, bahkan konflik, yang bermula dari kegagalan memahami dan merangkul perbedaan. Di situlah pendidikan kebinekaan dan kebudayaan menemukan relevansinya yang mendalam, bukan sekadar sebagai program kurikuler, melainkan sebagai jalan kultural dan filosofis membangun manusia Indonesia yang utuh: cerdas, bijak, dan beradab.

Pendidikan pada hakikatnya bukan sekadar transmisi pengetahuan, melainkan juga transformasi manusia. Sebagaimana dikemukakan Paulo Freire dalam Pedagogy of the Oppressed (1970), pendidikan harus membebaskan, yakni menjadikan manusia sadar akan realit....

Belum selesai membaca berita ini ? Selesaikan dengan berlangganan disini Berlangganan

Advertisement

Advertisement