OPINI

Mencegah Anak Menjadi Korban Aksi Perundungan

Sel, 11 Jul 2023

PODIUM Media Indonesia tanggal 6 Juli 2023 yang ditulis Ahmad Punto memaparkan hal yang menyedihkan, yakni jahatnya aksi perundungan yang hingga kini masih saja terjadi. Aksi perundungan sering kali dialami anak-anak di bawah umur yang lugu dan tak berdaya. Apa yang dialami R, seorang bocah berusia 13 tahun, siswa kelas VII sebuah SMP Negeri di Pringsurat, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ialah contoh nyata bagaimana dampak yang menumpuk karena perundungan bisa berakibat sangat fatal.

Akibat sering dirundung teman-teman sekolahnya, R ternyata menyimpan rasa dendam yang menumpuk dan trauma yang mendalam. Bocah malang itu, yang sepintas tampak tidak berdaya dan hanya diam ketika dirundung teman-temannya, ternyata di hatinya menyimpan bara api. Ia memendam amarah yang luar biasa dan rasa sakit hati yang tak tertahankan. Itu disebabkan apa yang dia alami tidak mendapat empati dari guru-gurunya di sekolah. Bahkan, menurut pengakuannya, gurunya pun tak jarang ikut memojokkan dan mempermalukannya saat ia mengadukan kelakuan teman-temannya.

Puncaknya, pada Selasa27 Juni 2023 lalu, sekitar pukul 02.00 WIB, R datang ke sekolahnya dengan membawa tiga botol molotov. Tujuannya satu, membakar sekolahnya sendiri. Dendamnya meletup bersama molotov yang akhirnya menghanguskan bangunan tempat ia selama ini menimba ilmu. R yang tampak tidak berdaya tiba-tiba melampiaskan dendamnya dengan cara membakar gedung sekolah tempat ia belajar sekaligus tempat ia menjadi korban aksi perundungan.

Belum selesai membaca berita ini ? Selesaikan dengan berlangganan disini Berlangganan

Advertisement

Advertisement