KASUS kekerasan seksual terus terjadi di Indonesia, bahkan jumlahnya terus meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan data Simfoni-PPA pada 2021 terdapat 10.328 kasus kekerasan seksual. Jumlah itu meningkat dari sebelumnya 8.216 kasus pada 2020. Bahkan, di pertengahan 2022 kasus kekerasan seksual telah mencapai angka 5.564 dan diperkirakan jumlah itu dapat terus bertambah sampai akhir 2022.
Maraknya kasus kekerasan seksual juga terjadi di Ibu Kota Jakarta. Masih berdasarkan data Simfoni-PPA, jumlah kekerasan seksual di Jakarta pada 2021 mencapai 502 kasus. Jumlah itu mengalami peningkatan dari sebelumnya 287 kasus pada 2021. Di pertengahan 2022 kasus kekerasan seksual di DKI Jakarta telah mencapai angka 301 kasus. Kekerasan di DKI Jakarta itu paling banyak terjadi di ranah rumah tangga dengan 377 kasus, kemudian disusul fasilitas umum sebesar 220 kasus. Sementara itu, untuk pelecehan seksual di Jakarta, pada pertengahan 2022 mencapai 15 kasus. Jumlah itu meningkat dari jumlah sebelumnya tujuh kasus pada 2021.
Banyaknya kasus kekerasan seksual di DKI Jakarta membuat pemerintah DKI Jakarta terus meningkatkan perlindungan dan pengawasan kepada warganya. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuat Pos Sahabat Perempuan dan Anak (Pos Sapa) di berbagai tempat strategis untuk membantu mencegah aksi-aksi kekerasan seksual. Sampai saat ini, Pos Sapa masih berfokus pada transportasi umum karena dinilai lebih....

