“Jangan rindu. Ini berat. Kau takkan kuat. Biar aku saja.”
Kutipan dari film Dilan 1990 itu mungkin terdengar seperti rayuan yang manis dan berlebihan. Namun, bagi sebagian orang, kalimat itu bukan sekadar kata, ia menjelma menjadi sikap hidup: dipikul, dijalani, dan disimpan dalam diam.
Di balik kemudi, di antara gantungan boneka dan pernak-pernik yang berayun pelan di dasbor, Johan, 52, tersenyum tenang. Bus Putra Berlian Jaya yang ia bawa melaju dari Jakarta menuju Cepu, Blora. D....

