BELANJA kementerian/lembaga (K/L) yang membengkak dan penerimaan pajak yang meleset dari target membuat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 nyaris menyentuh ambang batas 3%. Dengan APBN yang tekor 2,92%, melampaui asumsi 2,53%, tekanan fiskal dari penarikan utang pun meningkat.
“Defisitnya membesar ke Rp695,1 triliun. Itu lebih tinggi jika dibandingkan dengan target APBN yang Rp616,2 triliun. Tapi, kita tetap jaga (defisit), pastikan bahwa defisitnya tidak di atas 3%. Defisitnya memang naik ke 2,92% dari rencana awal 2,53%,” kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN KiTa edisi Januari ....

