RIBUAN pengunjuk rasa promiliter berunjuk rasa di Khartoum tengah pada Sabtu. Mereka bersumpah tidak akan pergi sampai pemerintah dibubarkan.
Aksi protes itu terjadi ketika politik Sudan terguncang dari perpecahan di antara faksi-faksi yang mengarahkan transisi dari dua dekade kediktatoran di bawah Presiden Omar al-Bashir, yang digulingkan oleh tentara pada April 2019 setelah berminggu-minggu aksi protes massal.
Aksi protes itu diorganisasi oleh faksi Forces for Freedom and Change (FFC), aliansi sipil yang mempelopori protes anti-Bashir. "Kami membutuhkan pemerintahan militer, pemerintah saat ini telah gagal memberikan keadilan dan kesetaraan bagi kami," kata Abboud Ah....

