DIREKTUR Eksekutif Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mengungkapkan surplus neraca dagang secara berturut-turut tidak selalu mencerminkan kondisi perekonomian yang baik. Itu bahkan bisa sebagai pertanda buruk jika surplus terjadi karena penurunan kinerja perdagangan terutama dari sisi impor.
“Kita tidak bisa hanya melihat dari sisi surplusnya saja karena surplus itu bisa sehat dan kurang sehat, tergantung struktur atau faktor penyebabnya. Surplus akan sehat jika faktor pendorongnya ialah dari peningkatan ekspor. Sementara, kalau yang terjadi akhir-akhir ini bukan karena peningkatan ekspor. Ekspor kita justru turun. Sekarang bisa surplus karena impor turun lebih tajam,” ujar Faisal kepada Media Indonesia, kemarin.
Kondisi penurunan ekspor dan impor itu, kata Faisal, menggambarkan ada permasalahan yang terjadi, baik dari sisi eksternal maupun internal. Penurunan impor secara dalam juga tak serta-merta patut disyukuri. Bisa jadi itu disebabkan oleh lemahnya permintaan sehingga industri pengolahan tidak mengimpor bahan baku/penolong. Artiny....

