NUSANTARA

Polda Intensifkan Pemeriksaan SPPG

Sen, 06 Okt 2025

TIM Polda Jawa Barat menyusuri kondisi Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) Polda Jawa Barat di Arcamanik, Kota Bandung. Tim melakukan pengawasan mulai dari distribusi bahan makanan, proses memasak hingga penyaluran makanan jadi.

Di SPPG ini juga sudah dilakukan rapid test terhadap makanan. Prosedur ini bertujuan untuk mendeteksi kemungkinan adanya zat berbahaya maupun kontaminasi yang dapat mengganggu kualitas makanan. Seluruh bahan pangan yang digunakan dalam program MBG ini telah melalui proses pengawasan ketat, baik dari sisi kualitas maupun rantai pasok.

“Tidak ada bahan makanan yang berbahaya atau tidak halal, termasuk isu negatif yang sempat beredar di media sosial. Semuanya dipastikan aman, bergizi, dan sesuai standar kesehatan,” tegas Kabid Humas Polda Jabar, Komisaris Besar Hendra Rochmawan, yang memimpin tim ke SPPG.

Dia menambahkan Polda Jawa Barat memastikan program MBG di wilayah itu berjalan dengan baik, tepat sasaran, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

SPPG Arcamanik 03 ini melayani 3.765 penerima manfaat yang tersebar di 17 lembaga pendidikan, mulai dari PAUD hingga MTs. Selain itu, terdapat 185 penerima dari kategori non-siswa, meliputi 18 ibu hamil, 45 ibu menyusui, dan 122 balita.

Langkah serupa dilakukan Polda Sumatra Barat. Tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) memeriksa ketat keamanan pangan pada layanan MBG di tiga unit SPPG, yaitu SPPG Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Sumbar, SPPG Polres 50 Kota, dan SPPG Polres Payakumbuh.

Kegiatan ini bertujuan memastikan makanan yang disajikan memenuhi standar higienis, nutrisi seimbang, dan layak konsumsi. Pemeriksaan dilakukan secara serentak pada Jumat (3/10), dengan fokus pada aspek kebersihan, persiapan bahan, proses pengolahan, serta penyajian.

Hasilnya menunjukkan semua menu memenuhi kriteria, termasuk penyajian dalam wadah bersih, penggunaan alat pelindung diri (APD) oleh petugas penyaji, porsi yang seimbang, serta lolos uji organoleptik berupa pengecekan rasa, bau, dan tampilan.

PENGERING BERSUHU TINGGI

Terpisah, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pangkalpinang, Bangka Belitung, terus berupaya mencegah terjadinya keracunan. Salah satunya dengan penggunaan mesin pengering ompreng bersuhu tinggi, serta pelaksanaan uji organoleptik dan kimia.

Pemilik SPPG AIR Kepala Tujuh Kecamatan Grunggang Kota Pangkalpinang. Elly Ratnasari mengatakan tiga unit mesin ompreng ini merupakan salah satu upaya untuk mencegah terjadinya keracunan MBG.

“Kalau tidak dengan mesin pemanasan ini, bakteri tidak akan hilang, makanya kami gunakan tiga mesin agar ompreng benar-benar bersih dan bebas dari bakteri,” kata Elly, kemarin.

Di sisi lain, untuk menjamin suplai bagi dapur SPPG, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan meluncurkan konsep Kebun Hortikultura Terintegrasi MBG. Kebun percontohan yang berlokasi di Bumi Arung Palakka, Bone, Sulawesi Selatan ini menjadi solusi konkret untuk mendukung ke....

Belum selesai membaca berita ini ? Selesaikan dengan berlangganan disini Berlangganan

Advertisement

Advertisement