VIDEO seorang alumnus program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menjadi viral baru-baru ini dan mengisi ruang publik. Pro-kontra muncul dari berbagai kalangan dengan sudut pandang berbeda. Diskursus yang terjadi menjadi refleksi bahwa sebuah kebijakan tidak selamanya sinkron antara tujuan dan implementasi.
Beasiswa LPDP selama ini dipandang sebagai instrumen strategis untuk membangun sumber daya manusia unggul. Melalui skema pembiayaan penuh dari biaya kuliah hingga biaya hidup, negara berinvestasi pada putra-putri terbaik bangsa agar memperoleh pendidikan tinggi di dalam dan luar negeri. Harapannya jelas, setelah menyelesaikan studi, mereka kembali dan berkontribusi untuk Indonesia.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, muncul kritik publik bahwa sebagian alumnus tidak sepenuhnya mematuhi komitmen pengabdian. Ada yang memilih menetap di luar negeri, bekerja di perusahaan asing, atau memperpanjang masa tinggal dengan berbagai alasan. Fenomena itu memunculkan pertanyaan moral dan kebijakan, yaitu apakah ini bentuk pengingkaran terhadap kontrak sosial? Ataukah kit....

