EDITORIAL

Privilese di KPK

Sen, 23 Mar 2026

PUBLIK dikejutkan sebuah anomali hukum yang keluar dari Gedung Merah Putih. KPK, yang selama ini dikenal dengan ‘rompi oranye’ penyulut rasa malu dan ‘sel isolasi’ yang dingin, tiba-tiba menunjukkan sisi ‘humanis’ yang tidak lazim.

Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah. Sebuah keputusan yang sontak memicu tanya, apakah itu murni penegakan hukum atau sekadar mengakomodasi kepentingan bagi mereka yang memiliki jaringan kuasa?

Kejelasan informasi ialah mata uang utama dalam kepercayaan publik. Namun, dalam kasus ini, KPK seolah-olah bermain di area abu-abu. Alasan yang mengemuka ke permukaan ialah ‘permintaan keluarga’. Jika benar hanya itu sandarannya, kita patut berduka atas matinya objektivitas hukum. Apabila ‘permintaan keluarga’ bisa menjadi tiket emas untuk keluar dari jeruji besi, ribuan tahanan lain pun punya hak yang sama untuk pulang dan tidur ....

Belum selesai membaca berita ini ? Selesaikan dengan berlangganan disini Berlangganan

Advertisement

Advertisement